05 October 2011

PT Jagad Ditutup, 110 Buruh Masih Bertahan

Anggota SPAI-FSPMI PUK Jagad bertahan di tenda
perjuangan di depan pabrik. Foto: Muhamad Amin
Sejak Agustus 2011, PT Jagad Karimbanusa yang berdiri sejak 1989 dinyatakan berhenti beroperasi. Menurut pihak perusahaan yang berlokasi di Cikarang ini, penghentian produksi dilakukan karena berkurangnya order. Nasib 350 buruh PT Jagad masih tidak jelas. Mengetahui penutupan pabrik, sebagian besar buruh telah keluar dari pabrik, sementara 110 buruh PT Jagad Karimbanusa yang juga adalah anggota Serikat Pekerja Aneka Industri-Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI), masih bertahan. Mereka mendirikan tenda perjuangan di depan pabrik untuk menuntut kejelasan nasib mereka.

Sekretaris Bidang I Organisasi PUK (Pimpinan Unit Kerja) Jagad SPAI-FSPMI, Muhamad Amin mengatakan bahwa tuntutan buruh adalah aktivitas pabrik kembali normal dan mereka bisa dipekerjakan kembali. “Tapi, ya, kalau memang perusahaan tutup, maka perusahaan harus memenuhi kewajibannya, yaitu membayarkan pesangon sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan tahun 2003,” tegasnya, pada Selasa (4/10).

Menurut UU nomor 13 tentang Ketenagakerjaan tahun 2003, perusahaan dapat melakukan pemutusan kerja kepada buruhnya karena perusahaan tutup yang disebabkan mengalami kerugian secara terus-menerus selama dua tahun, dengan ketentuan membayarkan hak buruh atas pesangon, uang penghargaan dan uang penggantian hak. Selain itu, kerugian perusahaan harus dibuktikan dengan laporan keuangan selama dua tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik.

Penutupan pabrik dirasakan marak sejak tahun 2005, terutama menimpa sektor garmen dan makanan dan minuman. Misalnya, penutupan 50 perusahaan garmen di Kawasan Berikat Nusantara Cakung pada 2008 dan kebangkrutan 180 pabrik pupuk sampai pada 2011. Sebabnya, Pemerintahan SBY-Budiono masif menjalankan kebijakan neoliberalisme seperti pencabutan subsidi, kebebasan investasi di sektor finansial dan pasar bebas. Banjir produk impor di satu sisi, dan ketidakberdayaan sektor ril untuk bersaing di sisi lain. Hasilnya, seiring dengan peningkatan penutupan perusahaan, maka bisa dipastikan pengangguran dan kemiskinan juga meningkat, daya beli menurun dan selanjutnya memicu krisis ekonomi. (Rn)

2 comments:

  1. Semoga PUK SPAI FSPMI PT JAGAT Bisa bersabar dan tetap Bergerak dan Merangsak ... Sampai ada keputusan lebih lanjut dari pihak manajemen ...

    Dan Andaikan PT.JAGAT tutup dan mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja maka selama 2 Tahun berakhir PT.JAGAT Harus diAudit kebenarannya ... sesuai dengan UUK No.13 Tahun 2003

    Spirit ( PUK SPAI FSPMI PT.MASARI )

    ReplyDelete
  2. Menurut UU nomor 13 tentang Ketenagakerjaan tahun 2003, perusahaan dapat melakukan pemutusan kerja kepada buruhnya karena perusahaan tutup yang disebabkan mengalami kerugian secara terus-menerus selama dua tahun, dengan ketentuan membayarkan hak buruh atas pesangon, uang penghargaan dan uang penggantian hak. Selain itu, kerugian perusahaan harus dibuktikan dengan laporan keuangan selama dua tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik.

    Paragraf ini menjadi titik tolak perjuangan yang dahsyat...

    ReplyDelete

Paling Banyak Dibaca

Para Facebooker