13 June 2012

SPAI-FSPMI Bekasi Selenggarakan Pelatihan PKB


Ketua PP SPAI-FSPMI, Obon Tabroni, membawakan materi
Pembuatan PKB. Foto: PUK Masari SPAI-FSPMI

38 peserta dari berbagai Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) kabupaten Bekasi mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di Training Center FSPMI, Puncak, Cisarua, Bogor. Termasuk peserta tambahan dari pengurus PUK dan PC Krawang. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) SPAI-FSPMI, Obon Tabroni, pada Jum’at (01/06/12).

Menurutnya, kegiatan pelatihan PKB sangat penting, mengingat banyaknya PUK baru di SPAI-FSPMI setelah perluasan selama sekitar setahun belakangan. PUK dari sektor Aneka Industri masih banyak yang belum memiliki PKB di perusahaan. Hal ini membuat posisi tawar buruh menjadi lemah di mata pengusaha, apalagi sektor aneka industri banyak menggunakan buruh outsourcing.

12 June 2012

Hasil Pertemuan Delegasi KSPI dengan Menakertrans

Kamis 12 Juli 2012


Para pejuang keadilan KSPI ( FSPMI, FEP KEP, ASPEK INDONESIA, FSP ISI, FSP PPMI, FSP FARKES, FSP Par Ref, KAHUTINDO, PGRI) di seluruh Indoensia serta kaum buruh Indonesia dimanapun anda berada, aksi Konfederasi Serikat PekerjanIndonesia ( KSPI ) kemarin dengan kekuataan lebih dari 30.000 massa, yang memulai long march dari Bunderan HI menuju Istana Negara kemudian lanjut longmarch jalan kaki menuju Menko Perekonomian di lapangan banteng, kemudian lanjut ke kementrian tenaga kerja di Gatot Subroto adalah “aksi awalan” yang luar biasa untuk menutut “ Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah” ( HOSTUM).

11 June 2012

ABC Perjuangan Buruh


Oleh S.K. Trimurti

Aksi KSPI pada Hari Buruh Internasional
(Mayday)
Mengapa buruh berjuang?
BURUH berjuang untuk mencapai perbaikan nasib, supaya dapat hidup yang layak sebagai manusia. Jika buruh sendiri tidak berjuang, maka tak adalah yang akan memikirkan nasib buruh. Buruh akan dibiarkan saja, menjadi umpan persaingan merdeka dari golongan kapitalis.

Ketika kapitalisme baru berkembang, sama sekali tidak ada perhatian kepada nasib buruh. Setelah buruh berjuang, maka barulah ada perhatian dari Pemerintah dengan adanya undang-undangan kerja, undang-undang perlindungan buruh, dan sebagainya. Tetapi, jika misalnya undang-undang sosial terlah ada, telah menjadi baik, gaji buruh telah tinggi, jam bekerja dibatasi, hak perlop ada, hak pensiun ada, d.s.b. apakah sudah cukup terjamin nasib buruh dalam umumnya? Itu belum cukup. Karena yang dapat perlindungan itu hanya buruh yang kebetulan masih dipakai dalam pekerjaannya, artinya, masih dapat dipergunakan oleh majikannya. Kaum pengangguran yang banyak, masih tetap tidak punya jaminan hidup yang pasti, dari siapapun juga. Lagi pula, meskipun gaji buruh dinaikkan, jika harga barang masih terus naik saja, kenaikan gaji itu tidak berarti bagi buruh.

03 June 2012

Pembebasan Budak, Menyebar Benih-benih Perlawanan

Pembebasan Budak, Menyebar Benih-benih Perlawanan
(Kasus Outsourcing PT Hero Spk dan Arah Depan Perlawanan)


Sherr Rinn



Aksi PUK PT Hero Spk SPAI-FSPMI di depan kantor
Kemenakertrans. Foto: Emay S.
Setelah berjuang selama hampir satu bulan, buruh-buruh outsourcing PT Hero Supermarket, Cibitung, Kabupaten Bekasi, akhirnya mendapatkan kejelasan nasib dengan diangkatnya 270 buruh outsourcing sebagai buruh tetap. Bukan perjuangan yang mudah bagi Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT Hero Spk yang masih baru bergabung di Serikat Pekerja Aneka Industri – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI), apalagi dengan status outsourcing yang sudah di-PHK pula.. Selain itu, jarang sekali buruh outsourcing berani melawan perusahaan, mengingat status  yang tidak jelas serta nasib mereka berada di tangan perusahaan kontraktor atau subkontraktor tenaga kerja, bukan perusahaan induk.

Paling Banyak Dibaca

Para Facebooker